Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label pemda provinsi bengkulu

Reformasi Pengadaan Barang dan Jasa, Aparat Pengadaan Ditatar

BENGKULU-MC. Upgrade bidang pengadaan dan jasa Pemda Provinsi Bengkulu, dilaksanakan Sosialisasi Perencanaan Monev (Monitoring Evaluasi) Pengadaan dan Daftar Hitam. Gubernur Bengkulu Ridwan Mukti mengungkapkan, sosialisasi yang dilakukan jelas memberikan masukan ilmu yang bermanfaat bagi aparat pengadaan barang dan jasa pemerintah daerah. “Banyak masukan yang kita dapat, seperti bagaimana menghadapi kontraktor nakal, prosedur mem -black list   perusahaan dan bagaimana mempersiapkan katalog lokal,” jelas Gubernur Bengkulu yang akrb disapa RM, usai membuka Sosialisasi Perencanaan Monev Pengadaan dan Daftar Hitam, di Ruang Pola Provinsi Bengkulu, Senin (12/06) Tidak hanya terkait pengadaan barang dan jasa, sosialisasi yang mendatangkan langsung Kepala LKPP RI (Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang Jasa Pemerintah) Agus Prabowo, dilaksanakan juga dalam memberikan pengetahuan evaluasi tender dan non tender seperti E-Katalog. “Prinsip – prinsip yang disampaikan Kepala LKPP RI...

Visit 2020, Dishub Optimalisasi Angkutan Jasa Wisata

Memberikan pelayanan terbaik dan berkualitas terhadap jasa angkutan wisata khususnya sektor laut, Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Bengkulu bekerjasama dengan Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi dan Kota Bengkulu, KSOP (Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan) Bengkulu dan perwakilan beberapa pengusaha jasa wisata pulau tikus menggelar rapat koordinasi teknis. Kadishub Provinsi Bengkulu Bambang Budi Djatmiko menjelaskan, dilaksanakannya rapat teknis tersebut untuk memastikan seluruh angkutan wisata menuju objek wisata Pulau Tikus layak jalan dan layak pengukuran, sehingga menjamin keamanan serta kenyamanan wisatawan saat dalam perjalanan. Sehingga Program Prioritas Gubernur Bengkulu Visit 2020 Wonderful Bengkulu mendapatkan dukungan penuh dari salah sektor wisata tersebut. “Jadi fasilitasi kepada seluruh stekholder yang ada agar teman – teman yang usaha di jasa angkutan pulau tikus itu diberikan kemudahan. Baik itu izin usahanya, izin pengukuran dan kalau bisa ya dibebaskan da...

Pemerintah Bengkulu Diminta Berani Menutup Koperasi Ilegal

Deputi Bidang Pengawasan Kementerian Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Kemenkop UKM), Suparno, meminta pemerintah Provinsi Bengkulu untuk berani menutup atau membekukan usaha koperasi yang tidak memiliki izin ataupun menyimpang dari tujuan koperasi tersebut. “Selain kita menumbuhkan badan hukum lainnya, pemerintah daerah juga diharapkan untuk berani menutup atau membekukan koperasi yang menyimpang dari jati diri,” kata Suparno, saat melaksanakan Penandatangaan Kerjasama (MOU) dalam Penanganan Rekomendasi dan Pelaksanaan Sanksi, di salah satu hotel kota Bengkulu, Rabu (3/5). Dengan adanya MOU ini, yang merupakan pertama kali dilakukan oleh pihaknya dalam bidang pengawasan koperasi, diharapkan dapat meningkatkan fugsi pengawasan, dimana, sebutnya,  di daerah lainnya telah berani  untuk menindak koperasi illegal, dengan menutup sementara usaha koperasi tersebut. “Saya minta satuan tugas yang telah ada di Provinbsi Bengkulu ini, mulailah melakasankan tugasnya sebag...

Jelang Ramadhan, Pemerintah Jamin Stok dan Harga Sembako Stabil

Untuk menjaga kesetabilan harga dan ketersediaan sembako menjelang bulan Ramdhan dan Hari Raya Idul Fitri, Kepolisian Negara Republik Indonesia dalam hal ini Kapolri Jenderal. Pol. Tito Karnavian melaksanakan video conference dengan Polda dan pemerintah daerah Se-Indonesia. Video conference yang melibatkan Menteri Pertanian  Amran Sulaiman, menteri perdagangan Enggartiasto Lukita, Menteri Dalam Negri Tjahjo Kumolo, Direktur Utama Perum Bulog  Djarot Kusumayakti, dan Ketua Komisi Pengawasan Persaingan Usaha Syarkawi Rauf, berjalan lancar. Gubernur Bengkulu Ridwan Mukti dan dinas terkait turut mengikuti video conference dari Aula Rupa Tama Polda Bengkulu. "Ini merupakan perintah Bapak Presiden Joko Widodo saat rapat terbatas beberapa waktu lalu untuk berkoordinasi jelang Ramadan dan Lebaran mendatang. Beliau ingin terjadi stabilitas harga sembako," kata Tito Dalam conference ini, Menteri Pertanian dan Menteri Perdagangan menjamin ketersediaan stok dan stabili...

Perpustakaan Harus Berperan Dalam Pengentasan Kemiskinan

Gubernur Bengkulu Ridwan Mukti, meminta agar Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Bengkulu dapat berpen aktif dalam mengentaskan kemiskinan dengan jalan memberikan ilmu pengetahuan. Menurut Gubernur  Ridwan Mukti,  lima program proritas pemerintah Provinsi Bengkulu, kesemuanya bermuara pada persoalan kemiskinan. Untuk mengatasi dan mengikis kemiskinan tersebut, sebut Ridwan, harus ditempuh dengan tiga cara, yaitu pendidikan, kesehatan dan pemberdayaan. Dari ketiga cara tersebut, pendidikan dalam hal ini pengetahuan bagi masyarakat miskin sangatlah berdaya guna untuk memutuskan mata rantai kemiskinan tersebut. “Pendidikan tersebut dapat memutuskan mata rantai kemiskinan yang ada. Kalau kita konsentrasi untuk mencerdaskan masyarakat kita, maka kemiskinan tersebut dapat  ditekan secara cepat,” tutur Gubernur Ridwan Mukti, saat mebuka acara Rapat Koordinasi Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Bengkulu, di salah satu hotel kota Bengkulu, Selasa (2/3)...

Minat Baca Masyarakat Masih Sangat Rendah

Kondisi minat baca di Indonesia berdasarkan tingkat literasi atau membaca masyarakat,  yang dinilai oleh Central  Coneciticut State University di Inggris, tercatat Indonesia berada ditingkat 60 dari 61 negara yang dinilai. Hal itu diungkapkan oleh  Kepala Pusat Pengembangan Perpustakaan dan Minat Baca Perpustakaan Nasional, Deni Kurniadi, saat menjadi narasumber dalam Rapat Koordinasi Perpustakaan dan Kearsipan, yang dilaksanakan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Bengkulu, di salah satu hotel kota Bengkulu, pada  Rabu (3/3). “Sementara itu, berdasarkan data dari Program Penilaian Siswa Internasional atau Program for Internasional Student Assessment (Pisa), pada tahun 2015, Indonesia berada pada rangking  69 dari 76 negara, dengan skor membaca 396, dibawah angka rata-rata,” sebut Deni. Menurutnya, rendahnya budaya baca masyarakat Indonesia karena beragam aspek, antara lain masyarakat Indonesia merupakan masyarakat berbudaya tutur, di...